Kebakaran di Pasar Besar Palangka Raya Hanguskan Sejumlah Rumah, Barak dan Sarang Walet
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Pasar Besar, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu malam (1/8). Kobaran api dengan cepat membesar menghanguskan sejumlah rumah, barak, serta bangunan sarang walet. Material bangunan yang didominasi kayu membuat api dengan mudah merambat ke bangunan lain, sehingga memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang berharga.
Menerima laporan dari masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar Dinas Kehutanan Provinsi, serta para relawan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke permukiman warga lainnya di kawasan tersebut.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena lokasi kebakaran berada di gang sempit yang menyulitkan akses kendaraan pemadam. Selain itu, keterbatasan sumber air membuat petugas harus menyuplai air menggunakan mobil tangki agar proses pemadaman dapat terus berlangsung. Berkat kerja keras tim gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam.
Fuad, warga setempat, mengatakan saat dirinya mengetahui kejadian tersebut, kobaran api sudah dalam kondisi membesar.
Sementara itu, Sucipto, petugas Damkar BPK Kamboja Palangka Raya, menjelaskan bahwa sempitnya akses menuju lokasi serta minimnya pasokan air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Meski demikian, berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian yang telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian guna mengungkap sumber munculnya api.
Editor : Ade Sata