get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla di Katingan Berhasil Dipadamkan Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng, Cegah Api Meluas

Kabut Asap Karhutla Ganggu Belajar di Palangka Raya, Guru Alami Gangguan Pernapasan

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:20 WIB
header img
Deni, Kepala SDN 1 Menteng Palangka Raya. (Foto : Ade sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Selain menurunkan kualitas udara, kondisi ini juga berdampak pada kesehatan guru dan siswa.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 1 Menteng, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Pihak sekolah menyebut para guru menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kabut asap karena mengalami gangguan pernapasan saat menjalankan aktivitas mengajar.

Kepala SDN 1 Menteng Palangka Raya, Deni, mengatakan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya guru yang terdampak, tetapi jumlah siswa yang mengalami demam, batuk, dan pilek juga mulai meningkat seitar 5 hingga 10 persen dari 300 jumlah siswa . Bahkan, sebagian siswa terpaksa tidak mengikuti kegiatan belajar karena sakit.

"Selain saya dan guru lainnya, dalam beberapa hari terakhir jumlah siswa yang mengalami demam, batuk, dan pilek juga mulai meningkat. Bahkan sebagian siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar karena sakit, apakah itu dampak asap atau penyebab lain. " kata Deni senin (3/8) siang.

Sebagai langkah antisipasi, sekolah menerapkan sejumlah kebijakan sesuai surat edaran Dinas Pendidikan setempat. Siswa diwajibkan menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Apabila mulai pukul 09.00 WIB kondisi udara dinilai tidak sehat, pihak sekolah akan memulangkan siswa kelas I dan II lebih awal. Sementara itu, jam belajar bagi siswa kelas tinggi juga dikurangi untuk meminimalkan paparan kabut asap. “ Tambah Deni.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga saat ini tercatat 138 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 157,90 hektare yang tersebar di empat kecamatan.

Petugas gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman di berbagai titik karhutla guna mencegah meluasnya kebakaran. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak kabut asap yang kini tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya.

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut