PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Selain terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah juga semakin gencar memperkuat langkah antisipatif melalui kegiatan sosialisasi dan himbauan langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah rawan kebakaran.
Koordinator Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng, Elisabet, menjelaskan bahwa kegiatan himbauan ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan dini agar kebakaran tidak meluas dan dapat diminimalisir sejak awal.
Menurut Elisabet, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, pihaknya terus mengajak warga untuk bersama-sama memahami dan mematuhi anjuran pemerintah daerah terkait larangan maupun pembatasan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
“Kami secara rutin turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan himbauan langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan karhutla. Harapannya masyarakat semakin sadar dan ikut berperan aktif dalam mencegah kebakaran,” ujarnya.
Selain memberikan himbauan, tim Dalkarhutla juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api di sekitar lingkungan mereka.
Respons cepat dari masyarakat dinilai sangat membantu dalam upaya pemadaman dini sebelum api meluas.
Upaya pencegahan ini juga dilakukan sebagai langkah strategis untuk melindungi Kota Palangka Raya dan sekitarnya dari ancaman kabut asap. Seperti diketahui, kabut asap akibat karhutla dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga transportasi.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga kejadian karhutla dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian hutan serta kualitas udara di wilayah Kalimantan Tengah.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan, sehingga edukasi dan sosialisasi akan terus diperkuat di berbagai wilayah rawan karhutla.
Editor : Ade Sata
Artikel Terkait
