Kebakaran Lahan Gambut 0,44 Hektare di Palangka Raya Berhasil Dipadamkan Tim Dalkarhutla
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah kembali berjibaku memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kota Palangka Raya, Rabu sore (11/3/2026).
Kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 0,44 hektare di kawasan Jalan Danau Mare I, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah melakukan pemantauan udara saat cuaca panas menggunakan kamera drone. Dari hasil pemantauan, terlihat kepulan asap dan titik api di area lahan gambut.
Mengetahui hal tersebut, tim Dalkarhutla bersama personel pemadaman darat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api membakar tanaman purun yang dalam kondisi kering sehingga menyebabkan api cepat menjalar di area lahan tersebut.
Proses pemadaman pun berlangsung cukup berat. Petugas harus berjibaku selama kurang lebih tiga jam sebelum akhirnya berhasil memadamkan api secara keseluruhan.
Koordinator Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Elisabet, menjelaskan bahwa upaya pemadaman awal dilakukan secara manual.
“Pemadaman pertama dilakukan secara manual menggunakan dahan dan ranting pohon sambil menunggu personel lain mencari sumber air terdekat,” jelasnya.
Setelah menemukan sumber air, petugas kemudian melanjutkan proses pemadaman menggunakan mesin pompa portabel dengan memanfaatkan air rawa di sekitar lokasi kebakaran.
Menurut Elisabet, saat ini kondisi lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman.
Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas di wilayah Kota Palangka Raya.
Petugas juga mengimbau warga agar bersama-sama menjaga lingkungan, kebun, maupun lahan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Editor : Ade Sata