Karhutla di Tumbang Nusa Belum Padam, Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng Berhasil Padamkan 2,64 Hektare
PULANG PISAU, iNewsBarito.id – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Hingga Jumat malam (3/7/2026), petugas berhasil memadamkan api pada area seluas 2,64 hektare, meski kebakaran belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh.
Komandan regu Dalkarhutla Dishut Kalteng, Bagus , menjelaskan, kebakaran merupakan tindak lanjut dari penanganan karhutla sebelumnya. Lokasi kejadian berada di Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin Kilometer 32, tepatnya di seberang Gereja Pandohop, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
"Kebakaran lahan terjadi sejak kamis (2/7) Pagi, Luas lahan yang terbakar belum diketahui secara keseluruhan, diperkirakan puluhan hektare, kendala di lapangan akses menuju lokasi dan minimnya sumber air," Ujar Bagus.
Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, tim pemadaman darat Dishut Kalteng, Polsek Jabiren, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, serta UPT KPHP Kahayan Hilir.
Kondisi lahan berupa gambut dengan vegetasi semak belukar, pakis, pohon akasia, serta terdapat sebuah pondok di sekitar lokasi. Selain itu, pergerakan api berlangsung cukup cepat sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Upaya yang dilakukan petugas meliputi pemadaman langsung, pembuatan sekat untuk membatasi penjalaran api, serta pendinginan pada titik-titik yang telah berhasil dipadamkan. Sumber air untuk proses pemadaman diperoleh dari kanal terdekat.
Hingga pemadaman berakhir pada pukul 19.56 WIB, api dilaporkan belum padam total sehingga lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan untuk mencegah kebakaran kembali meluas. Kawasan yang terbakar diketahui berada di Areal Penggunaan Lain (APL) dengan jenis tanah gambut yang sangat rentan memicu penyebaran api saat cuaca panas.
Editor : Ade Sata