Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng Padamkan 100 Hektare Karhutla, Tambah Personel Hadapi Musim Kemarau
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat seiring meningkatnya ancaman kebakaran pada puncak musim kemarau.
Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah bekerja sejak awal tahun 2026 hingga kini masih berjibaku melakukan upaya pemadaman pada titik karhutla.
Memasuki musim kemarau, aktivitas Tim Posko Dalkarhutla dan regu pemadaman darat semakin ditingkatkan. Personel disiagakan penuh untuk melakukan patroli rutin, mendeteksi kemunculan titik api sejak dini, hingga melakukan pemadaman secara cepat agar kebakaran tidak meluas. Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari strategi penanggulangan karhutla yang terus dilakukan di sejumlah wilayah rawan, khususnya di Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan sejak awal tahun 2026 hingga saat ini Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng telah berhasil memadamkan lebih dari 100 hektare hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Kota Palangka Raya.
Pihaknya akan terus mempertahankan bahkan memperkuat upaya penanggulangan karhutla selama musim kemarau berlangsung. Menurutnya, tambahan personel telah disiapkan dengan meminta empat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menurunkan masing-masing satu regu berisi 15 personel sehingga total sebanyak 60 personel tambahan akan diterjunkan untuk memperkuat penanganan kebakaran, terutama di wilayah Kota Palangka Raya.
"Kegiatan penanggulangan karhutla akan terus kami pertahankan, terutama pada kondisi musim kemarau saat ini. Kami juga menambah kekuatan dengan meminta empat KPH menurunkan masing-masing 15 orang sehingga ada tambahan sekitar 60 personel untuk mengantisipasi peningkatan karhutla, khususnya di Kota Palangka Raya," ujar Agustan Saining.
Selain penambahan personel di Palangka Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiagakan sekitar 2.500 personel yang terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Brigade Pengendalian Karhutla (Brigdalkarhutla) yang tersebar di seluruh KPH di Kalimantan Tengah. Personel tersebut telah aktif sejak awal tahun 2026 melalui kegiatan patroli pencegahan, pemantauan kawasan rawan, hingga pemadaman langsung ketika terjadi kebakaran.
Dalam pelaksanaan pemadaman, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Banyak lokasi kebakaran berada jauh dari akses jalan sehingga hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi musim kemarau juga menyebabkan sumber air semakin terbatas sehingga menyulitkan proses pemadaman. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Selama musim kemarau dan cuaca ekstrem, seluruh personel Dalkarhutla disiagakan selama 24 jam. Bahkan ketika menerima laporan adanya kebakaran pada malam hari, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman guna mencegah kebakaran semakin besar.
Agustan Saining juga menjelaskan bahwa untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, pihaknya telah mengerahkan dua unit alat berat excavator guna membuat sekat kanal.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, sejak Januari hingga sekarang diperkirakan 300 hingga 500 hektare hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah telah berhasil dipadamkan. Agustan menilai sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
"Kami berharap semua pihak menyadari bahwa penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan kerja sama seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada kondisi musim kemarau seperti sekarang," tegas Agustan Saining.
Editor : Ade Sata