Karhutla di Palangka Raya Meningkat, 130 Kejadian Picu Kabut Asap yang Ganggu Aktivitas Warga
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau dan cuaca panas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga jumat (31/7), tercatat sebanyak 130 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 57,89 hektare yang tersebar di empat kecamatan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 126 kejadian dengan luas lahan terbakar 56,12 hektare.
Meningkatnya jumlah kebakaran dipicu kondisi musim kemarau yang disertai cuaca panas, sehingga titik api terus bermunculan di sejumlah lokasi. Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Palangka Raya bersama unsur terkait pun terus melakukan pemadaman di berbagai titik karhutla, salah satunya di wilayah Kelurahan Kemeloh Baru pada Sabtu siang (1/8)..
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa minimnya sumber air. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lain, terutama lahan gambut yang berpotensi menyebabkan kebakaran semakin sulit dikendalikan.
Meningkatnya kebakaran lahan juga berdampak pada penurunan kualitas udara di Kota Palangka Raya. Hingga Sabtu sore, kabut asap masih terlihat menyelimuti kawasan kota. Kondisi tersebut dikeluhkan warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun berolahraga. Untuk mengurangi risiko menghirup asap, sebagian warga memilih menggunakan masker saat beraktivitas.
Selain memperkuat upaya pemadaman, Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus mengintensifkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bertambahnya kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Editor: Ade Sata