get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua KPU Kotim dan 4 Komisioner Ditahan, Kejati Kalteng Ungkap Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada

Karhutla Palangka Raya Meluas, Rumah Kosong Terbakar Dan Gedung Sarang Walet Nyaris Hangus

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:33 WIB
header img
Visual dari udara saat karhutla turut membakar sebuah rumah kayu yang dalam keadaan kosong di jalan Kalibata Ujung Palangka Raya. (Foto : Istimewa).

PALANGKARAYA, iNewsBarito.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah musim kemarau dan cuaca panas. Api yang cepat meluas bahkan membakar sebuah rumah kayu milik warga dan nyaris menghanguskan gedung sarang walet di jalan Kalibata Ujung, Sabtu siang (8/8/2026).

Kebakaran diduga dipicu oleh aksi pembakaran lahan yang dilakukan orang tak dikenal. Cuaca panas disertai angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dan mendekati sejumlah bangunan warga.

Api membakar sebuah rumah kayu yang diketahui dalam kondisi kosong. Jalaran api juga nyaris mencapai gedung sarang walet yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Petugas gabungan bersama relawan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api merambat ke bangunan lainnya. Namun, rumah yang terbakar tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya hangus dan rata dengan tanah.

Minimnya sumber air selama musim kemarau menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api yang terus menyebar sehingga sebagian pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk dahan pohon.

Hancen, salah seorang relawan pemadam kebakaran mengaku sempat melihat seseorang berada di sekitar lokasi ketika api masih kecil. Orang tak dikenal tersebut kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah diduga membakar lahan di sekitar lokasi.

Hingga kini, kondisi karhutla di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Kemunculan titik api baru serta luasnya lahan gambut yang terbakar membuat kobaran api mulai mendekati kawasan permukiman dan sejumlah ruas jalan protokol.

Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya ketersediaan air akibat musim kemarau. Petugas harus bekerja ekstra, termasuk melakukan pemadaman secara manual, untuk mencegah api semakin meluas dan mengancam keselamatan warga.

 

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut