Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Kalteng Terjunkan 488 Personel dalam Operasi Keselamatan Telabang 2026
Advertisement . Scroll to see content

Operasi Patuh Telabang 2026 di Kalteng Kedepankan Pendekatan Humanis di Tengah Kabut Asap

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:27 WIB
  • author Ade Sata
Operasi Patuh Telabang 2026 di Kalteng Kedepankan Pendekatan Humanis di Tengah Kabut Asap
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan saat melakukan pemeriksaan pasukan di lapangan Barigas Polda Kalteng. (Foto : Ade Sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar Operasi Patuh Telabang 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan empatik dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas, termasuk menghadapi tantangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasi bertema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan” tersebut resmi dibuka Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng, Senin (26/10/2026).

Wakapolda Kalteng mengatakan, operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Sebanyak 573 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 108 personel Polda Kalteng, 415 personel Polres jajaran, dan 50 personel dari pemangku kepentingan terkait.

"Targetnya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, mengurangi fatalitas, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," tegas Brigjen Hendra.

Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi juga mempertimbangkan kondisi lalu lintas di tengah kabut asap akibat karhutla. Berdasarkan data IRSMS Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng, tercatat 920 kejadian kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026, meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 833 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia juga naik dari 207 menjadi 214 jiwa.

"Di tengah tantangan kabut asap akibat Karhutla operasi akan dilaksanakan secara humanis, persuasif, dan empatik," terangnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep mengatakan, kegiatan operasi difokuskan pada patroli maraton estafet di sejumlah jalur rawan kecelakaan, termasuk Jalan Trans Kalimantan yang terdampak kabut asap tebal. Petugas juga akan memberikan edukasi keselamatan berkendara atau safety driving kepada komunitas pengguna jalan.

"Kabut asap tidak menyebabkan lonjakan laka fatal, tapi jarak pandang terbatas bisa memicu kelelahan dan microsleep. Kewaspadaan harus ditingkatkan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penegakan hukum dilakukan secara tegas dan terukur dengan mengoptimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik kamera statis maupun mobile. Sasaran penindakan meliputi pelanggaran kasatmata, seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, balap liar, dan penggunaan knalpot brong.

"Keberhasilan operasi bukan dari banyaknya tilang, tapi dari turunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kepatuhan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Ade Sata

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut