PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Aksi protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berujung pada aksi simbolis yang dilakukan warga bersama komunitas peternak. Massa melempar bangkai ayam ke halaman Kantor PLN sebagai bentuk kekecewaan atas pemadaman listrik yang dinilai telah menyebabkan kerugian besar, terutama bagi para peternak dan pelaku UMKM.
Aksi unjuk rasa berlangsung di depan Kantor PLN di Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya, pada Rabu (29/7) siang. Massa datang menggunakan mobil pikap yang mengangkut sekitar 1.500 ekor bangkai ayam hasil ternak yang mati diduga akibat seringnya pemadaman listrik bergilir.
Sesampainya di lokasi, para demonstran menurunkan bangkai ayam di depan pintu masuk kantor yang dijaga petugas keamanan. Sebagian bangkai ayam kemudian dilemparkan ke halaman kantor sebagai simbol kemarahan dan kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan. Selain itu, massa juga memasang spanduk di depan kantor PLN sebagai bentuk penyegelan simbolis sambil menuntut agar pemadaman listrik segera dihentikan.
Juru bicara pendemo, Viteeli, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Palangka Raya telah memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peternak yang menggantungkan aktivitas usahanya pada pasokan listrik.
"Aksi demo digelar lantaran pemadaman listrik bergilir yang dijadwalkan di wilayah Palangka Raya berdampak bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha UMKM yang bergantung pada listrik," ujar Viteeli.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menemui massa saat aksi lanjutan yang digelar di depan rumah jabatan Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis (30/7) siang. Ia menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi saat ini disebabkan oleh permasalahan pada pembangkit listrik.
"Permasalahan yang terjadi saat ini adalah masalah pembangkit listrik."
Iwan juga menyampaikan harapannya agar pada 5 Agustus 2026 pasokan listrik kembali normal sehingga tidak lagi terjadi pemadaman bergilir.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan, salah satunya mendesak General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng untuk dicopot atau mengundurkan diri karena dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan pemadaman listrik dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Namun, terhadap tuntutan tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng, Iwan Soelistijono, tidak bersedia menandatangani tuntutan yang diajukan massa dan memilih meninggalkan lokasi aksi.
Aksi demonstrasi ini menjadi bentuk protes keras masyarakat terhadap pemadaman listrik yang berulang dan diharapkan menjadi perhatian serius agar pasokan listrik di Kalimantan Tengah segera kembali stabil sehingga tidak lagi merugikan warga maupun pelaku usaha.
Editor : Ade Sata
Artikel Terkait
