Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Palangka Raya Akibat Maraknya Karhutla

Ade Sata
Kabut asap menyelimuti jalan protokol di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin pagi (27/7). (Foto : Ade sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (27/7/2026) pagi akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Meski belum mengganggu jarak pandang secara signifikan, kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.

Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Yos Sudarso, kawasan Bundaran Besar, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Ahmad Yani. Kondisi serupa juga tampak di kawasan Jembatan Kahayan, Jalan Pierre Tendean, yang diselimuti asap tipis sejak pagi hari.

Meski jarak pandang masih tergolong aman bagi pengguna jalan, banyak pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, memilih menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Salah seorang pengendara roda dua, Lola, mengaku kabut asap mulai terlihat sekitar pukul 07.00 WIB dan cukup mengganggu aktivitas sehingga menggunakan masker saat berkendara untuk menjaga kesehatan.

Hal senada juga disampaikan Saniman, pengemudi mobil pribadi, yang merasakan kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya pada pagi hari sehingga membuat udara terasa kurang nyaman saat berkendara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Palangka Raya merupakan dampak dari meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangka Raya maupun Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

"Kabut asap disebabkan maraknya karhutla di wilayah Palangka Raya dan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi daerah penyumbang asap ke wilayah Palangka Raya," kata Heri Fauzi.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak penetapan Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 26 Juli 2026 telah terjadi 109 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 54,44 hektare.

Hingga kini, petugas BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, relawan, serta instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik api di wilayah Kota Palangka Raya maupun Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Upaya tersebut juga diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan mengurangi penyebaran asap.

 

Editor : Ade Sata

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network