Kabut Asap Akibat Karhutla di Palangka Raya Menyebabkan kasus Ispa Meningkat Siknifikan

Ade Sata
Warga saat antre memeriksakan kesehatan di puskesmas pahandut Palangka Raya. (Foto : Ade sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id — kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meluas di tengah musim kemarau dan cuaca panas. Kabut asap yang ditimbulkan karhutla mulai berdampak terhadap kesehatan warga, ditandai dengan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Pahandut.

Kebakaran lahan gambut masih terjadi di sejumlah wilayah Palangka Raya. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau membuat lahan mudah terbakar, sementara api dengan cepat merambat ke area lain.

Sejumlah lahan yang terbakar bahkan mulai mendekati permukiman warga. Petugas gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.

Di sisi lain, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Palangka Raya. Asap terlihat di sejumlah ruas jalan protokol pada Kamis (13/8/2026) siang.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengaku mengalami keluhan kesehatan, seperti sesak napas dan gangguan tenggorokan akibat terpapar asap.

Untuk mengurangi paparan asap, warga memilih menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan data Puskesmas Pahandut Palangka Raya, kasus ISPA mengalami peningkatan signifikan seiring masih terjadinya karhutla dan kabut asap.

Pada Juni 2026, tercatat sebanyak 170 kasus ISPA. Angka tersebut meningkat tajam pada Juli 2026 menjadi 300 kasus.

Kepala Puskesmas Pahandut Palangka Raya, Sugito, mengatakan penderita ISPA didominasi anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

Keluhan yang paling banyak dialami di antaranya batuk, pilek, dan sesak napas. Warga dihimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih dan mengkonsumsi makan bergizi untuk menambah stamina.

Sementara itu, data BPBD Kota Palangka Raya menyebutkan luas lahan yang terbakar hingga kini telah mencapai 183 hektare.

Karhutla tersebut tersebar di empat kecamatan dengan total 208 kejadian kebakaran.

Editor : Ade Sata

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network