PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca panas, musim kemarau, dan belum turunnya hujan membuat lahan mengering sehingga api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satgas Karhutla kota dan provinsi serta para relawan terus berjibaku melakukan pemadaman.
Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Menurut Fauzi, petugas Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, berdasarkan data yang dihimpun sepanjang Minggu (9/8/2026), terdapat 14 titik karhutla dan empat titik baru.
Dari jumlah titik tersebut, karhutla paling banyak terdeteksi di wilayah Kecamatan Jekan Raya. Kondisi ini menjadi perhatian petugas karena sebagian titik api berada tidak jauh dari permukiman warga.
Upaya pemadaman dilakukan hingga malam hari. Namun, petugas menghadapi kendala berupa minimnya sumber air akibat musim kemarau yang masih berlangsung.
Untuk mengatasi keterbatasan air, petugas memanfaatkan sumur bor milik warga serta pasokan air dari mobil tangki. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga proses pemadaman tetap berjalan, terutama di lokasi yang titik apinya telah mendekati permukiman.
Editor : Ade Sata
Artikel Terkait
