PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan tambahan tersebut, kini terdapat empat helikopter yang disiagakan untuk melakukan pemadaman dari udara, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim satgas darat.
Helikopter tambahan tersebut telah tiba dan siap beroperasi di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya. Penambahan armada udara ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya jumlah titik api serta meluasnya area kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan penambahan helikopter merupakan tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada BNPB, menyesuaikan kondisi karhutla yang terus berkembang.
"Penambahan helikopter ini merupakan permintaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyesuaikan kondisi karhutla yang terus meluas dan banyak titik api yang berada jauh dari akses jalan maupun sumber air," ujar Ahmad Toyib.
Menurutnya, meningkatnya jumlah kejadian karhutla dan luas lahan yang terbakar menjadi alasan utama perlunya tambahan armada udara. Helikopter water bombing dinilai mampu mengangkut air dalam jumlah besar sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat pada wilayah yang sulit dijangkau petugas darat.
Saat ini, operasi water bombing difokuskan di sejumlah lokasi dengan tingkat kebakaran tinggi, di antaranya Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya, yang luas lahan terbakarnya telah mencapai lebih dari 100 hektare.
Selain itu, kawasan Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, juga menjadi prioritas penanganan karena luasnya area yang terbakar serta sulitnya akses menuju titik api. Kehadiran helikopter dinilai sangat membantu mempercepat proses pemadaman di kawasan tersebut.
Ahmad Toyib menambahkan, saat ini total empat unit helikopter water bombing telah disiagakan di Kalimantan Tengah. Meski sementara difokuskan di Palangka Raya dan Pulang Pisau, penempatan armada akan disesuaikan dengan perkembangan karhutla di daerah lain.
"Saat ini total empat unit helikopter water bombing telah disiagakan di Kalimantan Tengah. Meski masih difokuskan di Palangka Raya dan Pulang Pisau, penempatan armada ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan karhutla di daerah lain, termasuk Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat," kata Ahmad Toyib.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalimantan Tengah hingga 3 Agustus 2026, tercatat sebanyak 907 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.715 hektare. Pemerintah berharap penambahan armada udara ini mampu mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak kabut asap yang terus meluas di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Editor : Ade Sata
Artikel Terkait
