Emak-Emak di Palangka Raya Seru Ikuti Lomba Tangkap Ikan Gabus dan Belut dengan Tangan Kosong
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Puluhan emak-emak di Kota Palangka Raya antusias mengikuti lomba mangaruhi atau lomba menangkap ikan dengan tangan kosong di kolam buatan, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tradisional yang digelar di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 5 tersebut menjadi hiburan menarik bagi warga sekaligus upaya melestarikan budaya lokal Kalimantan Tengah.
Lomba berlangsung seru karena para peserta harus berjibaku menangkap ikan gabus dan belut yang licin serta lincah di kolam berlumpur. Para peserta yang mayoritas kaum emak-emak tampak berusaha menangkap ikan sebanyak-banyaknya tanpa menggunakan alat bantu.
Kolam buatan dengan ukuran sekitar enam meter kali sepuluh meter itu diisi ikan gabus dan belut yang membuat peserta kesulitan saat menangkapnya. Meski demikian, beberapa peserta terlihat mahir karena sudah terbiasa menangkap ikan sejak kecil di kawasan danau.
Dalam lomba mangaruhi ini, setiap tim terdiri dari dua orang. Satu peserta turun langsung ke kolam untuk menangkap ikan, sementara rekannya menunggu di atas sambil membawa wadah penampung hasil tangkapan.
Setelah waktu sepuluh menit berakhir, seluruh peserta menyerahkan hasil tangkapan kepada panitia untuk dihitung. Peserta yang berhasil memperoleh ikan terbanyak ditetapkan sebagai pemenang.
Koordinator lomba, Lilik Marliaksih, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk melestarikan budaya tradisional masyarakat Kalimantan Tengah sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat.
“Lomba ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga untuk mengenalkan budaya tradisional kepada generasi muda agar tetap lestari,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menarik perhatian warga yang datang menonton karena dinilai unik, seru, dan menghibur. Sorak penonton pun terdengar saat peserta berusaha menangkap ikan di tengah lumpur.
Panitia menyediakan hadiah berupa plakat dan uang pembinaan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi dari jumlah ikan tangkapan terbanyak.
Editor : Ade Sata