get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Kalteng Gelar Apel Operasi Aman Nusa II 2026, Pastikan Personel Siap Tangani Karhutla

Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba Dimakamkan Secara Kedinasan Polri di Kampung Kakeknya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:16 WIB
header img
Proses pemakaman Aipda Yudie Pardana Putra secara kedinasan Polri, di Kompleks Pemakaman Kristen TPU Kereng Humbang, Kabupaten Katingan. (Foto : Istimewa)

KATINGAN, iNews.Barito. id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Aipda Yudhie Perdana Putra, personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan narkoba. Almarhum dimakamkan secara kedinasan Polri di kampung kakeknya, di Kabupaten Katingan, Sabtu (4/7/2026) siang.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat di Kompleks Pemakaman Kristen TPU Kereng Humbang, Kabupaten Katingan. Sejumlah pejabat kepolisian, rekan sesama anggota Polri, keluarga, serta masyarakat turut mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara.

Upacara pemakaman secara kedinasan digelar dengan penembakan senjata ke udara, prosesi penghormatan terakhir, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di atas pusara almarhum. Suasana haru semakin terasa ketika istri almarhum, Rika, bersama kedua anak mereka mengiringi jenazah hingga proses pemakaman selesai.

Menurut Rianto, Paman Almarhum, mereka sangat merasa kehilangan atas kepergian Aipda Yudhie yang usianya masih muda yakni 40 tahun.

Hal senada juga disampaikan Labih, pihak keluarga, ia mengaku sangat kehilangan sosok Aipda Yudhie yang dikenal baik, bertanggung jawab, dan menghormati orang yang lebih tua.

Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur saat mengikuti operasi penangkapan terhadap terduga pengedar narkoba bernama Bio, seorang residivis kasus narkotika, di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku. Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis parang terhadap personel kepolisian.

Dalam kondisi terdesak, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan. Namun serangan terus berlanjut sehingga polisi melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan seorang anggota keluarga terduga pelaku bernama Tario meninggal dunia. Insiden tersebut kemudian memicu kedatangan warga yang diduga terprovokasi hingga terjadi penyerangan massal terhadap aparat kepolisian.

Saat berupaya menyelamatkan diri, anggota Satresnarkoba berusaha melarikan diri, termasuk dengan berenang menyeberangi sungai. Massa bahkan dilaporkan sempat menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas yang berusaha menyelamatkan diri.

Akibat peristiwa tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dengan luka berat di bagian kepala serta jari tangan putus. Sementara itu, hingga Sabtu (4/7/2026), dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pelaku penyerangan terhadap personel Polri, sekaligus melanjutkan pencarian terhadap dua anggota Satresnarkoba yang belum ditemukan.

 

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut