get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla di Palangka Raya Meluas Hingga Malam, Petugas Terobos Tebing dan Semak Belukar

Karhutla di Palangka Raya Meluas, 30 Hektare Lahan Terbakar Ancam Kawasan Taman Nasional Sabangau

Minggu, 06 September 2026 | 01:10 WIB
header img
Kapolda kalteng, Irjen pol Iwan Kurniawan Bersama Gubernur Agustiar Sabran saat meninjau lokasi Karhutla. (Foto : Ade sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali meluas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, saat musim kemarau dan cuaca ekstrem. Sekitar 30 hektare lahan terbakar di Kilometer 23 Jalan Tjilik Riwut, Desa Marang, Kecamatan Bukit Batu, Sabtu (5/9) sore.

Kobaran api dengan cepat menjalar dan menghanguskan puluhan hektare lahan. Kondisi cuaca yang kering serta angin cukup kencang membuat api sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kebakaran meluas ke area sekitar Taman Nasional Sabangau.

Tim satuan tugas gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TNI, dan Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya minimnya sumber air serta akses yang sulit menuju titik api.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman karhutla.

Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara maksimal, baik pada siang maupun malam hari.

Untuk memperkuat pasokan air, rencananya akan dibuat sumur bor sepanjang hampir tiga kilometer. Sumur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air untuk mendukung proses pemadaman karhutla di lokasi.

Jika kondisi visibilitas memungkinkan, helikopter water bombing juga akan dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah kobaran api menjalar dan memasuki kawasan Taman Nasional Sabangau.

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut sebelumnya telah berhasil dipadamkan petugas beberapa waktu lalu. Namun, angin yang bertiup cukup kencang membuat bara api kembali muncul dari titik yang sebelumnya terbakar dan kemudian menjalar ke area lainnya.

 

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut