PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) maupun kamtibmas di wilayah Kalimantan Tengah terpantau relatif kondusif selama perayaan Idul Fitri 2026.
Ia menjelaskan, aktivitas masyarakat masih berjalan dengan aman dan lancar. Meski demikian, tingkat mobilitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran masih tergolong tinggi.
“Secara umum situasi kamseltibcarlantas relatif kondusif, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas perayaan Idul Fitri dengan aman, meskipun mobilitas masih cukup tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Kalteng, jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) secara kuantitatif mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 28 kejadian kecelakaan.
Namun demikian, angka fatalitas korban justru mengalami peningkatan. Dari total kejadian tersebut, tercatat 14 orang meninggal dunia, atau naik sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, karena meskipun jumlah kejadian menurun, tingkat fatalitas korban cukup tinggi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, kecelakaan di Kabupaten Barito Timur yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dalam satu kejadian.
Dari sisi arus mudik, terjadi perubahan tren penggunaan moda transportasi oleh masyarakat. Untuk transportasi darat, jumlah pemudik mengalami penurunan dari 21.700 orang pada tahun 2025 menjadi sekitar 21.200 orang pada tahun 2026.
Sebaliknya, penggunaan transportasi laut mengalami lonjakan signifikan, bahkan mendekati 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat yang mulai memilih jalur laut untuk mudik.
Sementara itu, moda transportasi udara justru mengalami penurunan. Penurunan ini terlihat dari berkurangnya jumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya maupun di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, baik untuk rute antarprovinsi maupun antarkota.
Pihak kepolisian pun akan berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dinas perhubungan, untuk mengetahui penyebab penurunan tersebut.
Ditlantas Polda Kalteng memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 hingga Sabtu, 28 Maret 2026.
Seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat, potensi kerawanan di jalan raya juga diperkirakan meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati selama perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat agar mempersiapkan kendaraan dengan baik, menjaga kondisi fisik dan mental pengemudi, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar perjalanan aman dan selamat sampai tujuan,” tutupnya.
Editor : Ade Sata
Artikel Terkait
