get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Kalteng Desak SPBU Buka 24 Jam, Pertamina Pastikan Stok BBM Palangka Raya Aman

Antrean BBM di Palangka Raya Masih Terjadi, Pertamina Akui Pasokan Berkurang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:56 WIB
header img
Pengendara saat mengentre BBM di SPBU Palangka Raya. (Foto : Ade sata).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu siang (9/5/2026). PT Pertamina Patra Niaga mengakui adanya keterlambatan suplai dan pengurangan pasokan BBM akibat dinamika global serta konflik di Timur Tengah.

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di beberapa SPBU, di antaranya di Jalan Imam Bonjol, Jalan RTA Milono, dan Jalan G Obios. Meski antrean tidak separah hari-hari sebelumnya, warga tetap harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Seorang pengendara roda dua, Tatak, mengaku harus mengantre hampir satu jam untuk membeli BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan RTA Milono.

“Sudah hampir satu jam antre untuk isi Pertalite,” ujar Tatak.

Sementara itu, Rahmad, pengemudi mobil pribadi yang mengantre di SPBU Jalan G Obios, mengaku telah menunggu sekitar dua jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax.

“Sudah dua jam antre, tapi belum bisa isi Pertamax,” katanya.

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah, Onny Prasetya, mengakui ada pengurangan pasokan BBM ke Palangka Raya.

Menurutnya, pasokan BBM yang biasanya mencapai 190 kiloliter per hari kini berkurang menjadi 170 kiloliter per hari. Keterlambatan pengiriman terutama BBM jenis Pertamax dipengaruhi kondisi global dan konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Pertamina mulai menambah distribusi BBM ke Palangka Raya dengan mengirimkan sebanyak 205 kiloliter per hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya diketahui telah terjadi hampir sepekan terakhir. Warga berharap distribusi BBM segera normal sehingga antrean panjang tidak kembali terjadi.

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut