Gubernur Kalteng Desak SPBU Buka 24 Jam, Pertamina Pastikan Stok BBM Palangka Raya Aman
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pertemuan dengan PT Pertamina Patra Niaga yang dipimpin Executive General Manager Region Kalimantan, Isfahani, di Istana Isen Mulang, Sabtu malam (9/5).
Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas kondisi distribusi dan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya.
Usai pertemuan, Gubernur Agustiar Sabran dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman agar antrean panjang di sejumlah SPBU tidak kembali terjadi.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta Pertamina mengambil langkah cepat agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, gubernur meminta Pertamina mengoperasikan SPBU selama 24 jam di titik-titik tertentu, menambah jumlah petugas SPBU, serta mendorong legalisasi pengecer BBM guna membantu pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Executive General Manager Region Kalimantan, Isfahani menegaskan komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan pasokan BBM subsidi maupun non-subsidi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Menurutnya, saat ini terdapat 17 SPBU yang beroperasi di Kota Palangka Raya dan satu di antaranya telah melayani masyarakat selama 24 jam. Berdasarkan arahan pimpinan dan masukan dari Gubernur Kalteng, Pertamina akan mendorong lebih banyak SPBU beroperasi penuh selama 24 jam untuk mengurangi antrean kendaraan.
Untuk stok BBM di Kalimantan Tengah, Pertamina mencatat ketersediaan Pertamax mencapai 1.172 kiloliter, Pertalite 3.340 kiloliter, dan Biosolar 2.179 kiloliter. Distribusi BBM tersebut dibantu suplai dari depo BBM Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dengan kondisi stok dan jadwal kedatangan kapal pengangkut BBM yang telah direncanakan, Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman.
Isfahani menjelaskan, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Palangka Raya dipicu tingginya permintaan BBM jenis Pertamax, yang merupakan produk non-subsidi.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Pertamina juga akan menambah jam operasional SPBU, meningkatkan pelayanan di Terminal BBM Pulang Pisau, serta memperkuat distribusi menggunakan armada mobil tangki tambahan dari Banjarmasin dan wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan BBM di Palangka Raya dan sekitarnya.
Editor : Ade Sata