get app
inews
Aa Text
Read Next : IRT Tukang Pijat di Palangka Raya Dibacok Pria Diduga ODGJ, Kedua Tangan Nyaris Putus

Massa Lepas Kodok di Kantor Pertamina Kalteng, Protes Kelangkaan dan Transparansi BBM Subsidi

Selasa, 12 Mei 2026 | 17:04 WIB
header img
Massa Saat melepaskan Kodok atau katak di depan kantor PT Pertamina Regional Kalimantan Tengah di Palangka Raya. (Foto : Ist).

PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Aksi unik dilakukan sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) Bergerak dengan melepasliarkan katak atau kodok di depan Kantor Pertamina Regional Kalimantan Tengah, Senin sore (11/5). Aksi teatrikal tersebut menjadi simbol protes terhadap kebijakan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dinilai tidak konsisten di wilayah Kalteng.

Dalam aksi itu, massa menyuarakan kritik terhadap PT Pertamina terkait kondisi distribusi BBM subsidi yang disebut semakin sulit ditemukan di sejumlah daerah. Mereka menilai pernyataan pihak terkait kerap berubah-ubah dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Juru bicara aliansi mengatakan, pelepasan kodok dilakukan sebagai simbol sikap pihak terkait yang dianggap “melompat-lompat” dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Di satu sisi mereka menyatakan stok BBM aman, namun di sisi lain distribusi di lapangan justru menyusut drastis. Pernyataan mereka berubah-ubah seiring tekanan publik, seperti kodok yang melompat tanpa arah jelas,” ujar perwakilan massa saat konferensi pers.

Selain melakukan aksi simbolik, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pertamina. Salah satunya meminta transparansi data stok dan kuota harian BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Kalimantan Tengah.

Massa mendesak agar data distribusi BBM dibuka secara terbuka kepada publik sehingga masyarakat dapat memantau langsung ketersediaan BBM di setiap SPBU di wilayah Kalteng.

Dalam orasinya, massa juga menyampaikan dugaan adanya pengalihan stok BBM dari daerah luar Palangka Raya untuk menutupi kelangkaan di ibu kota provinsi demi menghindari keresahan masyarakat.

Beberapa tuntutan yang disampaikan massa antara lain meminta Pertamina membuka data kuota harian BBM per SPBU kepada masyarakat luas serta memastikan distribusi BBM subsidi dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Aliansi menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan transparansi data distribusi BBM tidak segera dipenuhi oleh PT Pertamina.

“Kami meminta Pertamina segera membuka data ke publik. Jika tidak, kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar,” tegas perwakilan massa menutup pernyataannya.

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut