Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng kembali Padamkan Tiga Titik Kebakaran Lahan
PALANGKA RAYA, iNewsBarito.id – Cuaca panas yang masih melanda wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali memicu terjadinya kebakaran lahan. Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat memadamkan kebakaran yang terjadi di tiga lokasi berbeda dalam satu hari.
Berdasarkan data Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, total luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 0,52 hektare.
Titik kebakaran pertama berada di Jalan Karya Hapakat, Kecamatan Jekan Raya, dengan luas lahan terbakar sekitar 0,13 hektare. Selanjutnya, kebakaran juga terjadi di Jalan Keluarga, Kelurahan Bukit Tunggal, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 0,13 hektare.
Sementara itu, titik kebakaran ketiga berada di Jalan Durian III, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, dengan luas lahan terbakar sekitar 0,26 hektare, sehingga menjadi lokasi dengan area terdampak paling luas.
Koordinator Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Elisabet, menjelaskan bahwa seluruh kejadian kebakaran berhasil dideteksi lebih awal melalui patroli udara menggunakan drone yang rutin dilakukan tim Dalkarhutla.
"Mayoritas titik api pertama kali diketahui melalui patroli drone. Setelah terdeteksi, tim segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa portabel dengan memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi kebakaran," jelas Elisabet.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke kawasan yang lebih besar dan berpotensi mengancam lingkungan maupun permukiman warga.
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan patroli darat dan udara sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pasalnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga dapat memicu karhutla yang lebih luas.
Editor : Ade Sata