get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng Berhasil Padamkan 0,18 Hektare lahan yang terbakar di Palangka Raya

Karhutla Tumbang Nusa Meluas, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan BNPB

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:16 WIB
header img
Personel Dalkarhutla Dishut kalteng saat berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Trans Kalimantan Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. (Foto : Istimewa).

PULANG PISAU, iNewsBarito.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, terus meluas hingga Kamis (9/7/2026). Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi.

Koordinator Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Elisabet, mengatakan kebakaran terus berkembang karena cuaca panas dan karakteristik lahan gambut yang sangat mudah terbakar. Proses pemadaman pun menghadapi tantangan berat akibat api yang bergerak cepat di bawah permukaan gambut.

"Kebakaran lahan meluas diduga karena cuaca panas dan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar," ujar Elisabet.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, personel pemadaman darat Dishut Kalteng, Kapolsek Jabiren, Manggala Agni Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, TNI-Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Tumbang Nusa. Untuk mempercepat penanganan, dua helikopter water bombing milik BNPB juga dikerahkan melakukan penyiraman dari udara.

Hingga kini luas lahan yang terbakar sejak sepekan terakhir masih dalam proses pendataan. Namun, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan puluhan hektare lahan. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, pakis, pohon akasia, dan pohon geronggang di atas lahan gambut dalam, sehingga menyebabkan api cepat menyebar.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan dengan memanfaatkan sumber air dari kanal terdekat. Meski demikian, petugas menghadapi kendala karena akses menuju lokasi kebakaran hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Kawasan yang terbakar berada di Areal Penggunaan Lain (APL). Operasi pemadaman dijadwalkan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya hingga seluruh titik api dipastikan padam dan tidak berpotensi kembali menyala.

 

Editor : Ade Sata

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut